Sabtu, 08 Juni 2013

metode pembelajaran IPs di SD


Salah satu tugas guru adalah mengajar. Hal ini menyebabkan adanya tuntutan kepada setiap guru untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana seharusnya mengajar. Dengan kata lain, setiap guru dituntut untuk memiliki kompetensi mengajar. Guru akan memiliki kompetensi mengajar jika, guru paling tidak memiliki pemahaman dan penerapan secara taktis berbagai metode belajar mengajar serta hubungannya dengan belajar disamping kemampuan - kemampuan lain yang menunjang.
Bertolak dan bermuara pada kebutuhan sebagai guru, maka makalah ini di sajikan tentang berbagai metode belajar mengajar agar mampu melaksanakan tugas utama guru yaitu mengajar. Apabila telah memiliki kemampuan dalam penguasaan penggunaan metode pembelajaran IPS secara mendalam. Pengajaran IPS pada pendidikan dasar menengah dengan cara mengenalkan masalah – masalah social melalui pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan kepekaan untuk menghadapi dan memecahkan masalah social tersebut. Sesuai dengan karakteristik anak SD dan seusianya, metode ceramah akan menyebabkan siswa bersikap pasif dan tentunya menjadi pelajaran hafalan yang membosankan. Oleh karena itu, guru di harapkan mampu menguasai metode – metode yang cocok untuk pembelajaran IPS agar siswa lebih tertarik pada peljaran tersebut. Banyak sekali teori – teori yang menjelaskan tentang metode untuk pembelajaran, namun kita belum mengetahui metode apa yang baik dan efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Pendidikan IPS khususnya di SD.
A.    Rumusan Masalah
1.      Bagaimana metode pembelajaran Pendidikan IPS SD ?
2.      Bagaimana macam – macam metode pembelajaran IPS SD ?
B.     Tujuan 
1.      Mengetahui metode pembelajaran Pendidikan IPS SD
2.      Mengetahui macam – macam metode pembelajaran IPS SD
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Metode Pembelajaran
Kata metode berasal dari bahasa Yunani yaitu “Methodos” yang berarti cara berani atau cara berjalan yang di tempuh. Menurut Winarno Surakhmad, metode adalah cara yang didalam fungsinya merupakan alat untuk mencapai suatu tujuan ( 1976 : 74 ). Sedangkan pengertian pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Menurut Nursid Suaatmadja, metode pembelajaran adalah suatu cara yang fungsinya merupakan suatu alat untuk mencapai tujuan ( 1984 : 95 ). Menurut S Hamid Hasan, metode pengajaran adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan kesempatan seluas – luasnya kepada siswa dalam belajar ( 1992 : 4).
Dari dua pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa metode pengajaran IPS itu adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas – luasnya dalam rangka mencapai tujuan pengajaran secara efektif. Didalam proses belajar mengajara di perlukan suatu metode yang sesuaidengan situasi dan kondisi yang ada. Metode pembelajaran seharusnya tepat guna yaitu mampu memfunfsikan si anak didik untuk belajar sendiri sesuai dengan Student Active Learning (SAL).
B.     Macam – macam metode
Metode – metode untuk mata pelajaran IPS cukup beraneka ragam. Keanekaragaman meliputi klasifikasi maupun penamaan suatu metode bahkan juga tingkat daya guna dan hasil guna suatu metode. Secara garis besar, metode pembelajaran IPS antara lain :
1.      Metode Ceramah
Metode ceramah adalah suatu bentuk  pengajaran dimana dosen atau guru mengalihkan informasi kepada sekelompok besar atau siswa dengan cara yang terutama bersifat verbal.
Metode ceramah ini lebih tepat digunakan bila proses pembelajaran memiliki kondisi sebagai berikut:
a.       Tujuan dasar pembelajaran adalah menyampaikan informasi baru.
b.      Isi pembelajaran bersifat langka, misalnya berupa penemuan baru.
c.       Isi pelajaran harus diorganisasikan dan disajikan dalam sebuah cara khusus keompok tertentu.
d.      Membangkitkan minat terhadap pelajaran.
e.       Isi pelajaran tidak diingat dalam waktu yang lama.
f.       Sebagai pengantar penggunaan metode yang lain dan pengarah penyelesaian tugas mengajar.
2.      Metode Tanya Jawab
Pertanyaan dapat dilihat dari beberapa model belajar – mengajar. Baik itu metode cermah,diskusi kerja kelompok atau metode yang lainnya. Metode Tanya jawab adalah sebagai format interaksi antara guru dan siswa melalui kegiatan bertanya yang dilakukan oleh guru untuk mendapatkan respons lisan, sehingga dapat menumbuhkan pengetahuan baru pada diri siswa.
                              Tujuan pemakaian metode tanya jawab yaitu sebagai berikut:
a.       Mengecek pemehaman siswa sebagai dasar perbaikan proses pembelajaran.
b.      Membimbing para siswa untuk memperoleh suatu ketrampilan yang kognitif maupun sosial.
c.       Memberikan rasa aman kepada siswa melalui pertanyaan yang dipastikan menjawabnya.
d.      Mendorong siswa untuk melakukan penemuan (inquiri) dalam memperjelas suatu masalah.
e.       Membimbing dan mengarahkan jalannya diskusi kelas.
3.      Metode Diskusi atau metode Musyawarah
Metode diskusi dalam pengajaran IPS yaitu suatu cara penyajian materi pelajaran dimana siswa dibedakan kepada suatu masalah, baik berupa pertanyaan maupun berupa pertanyaan yang bersifat problemik untuk dibahas atau dipecahkan oleh siswa secara bersama – sama.
Kelebihan metode diskusi yakni :
a.       Dapat menggarap kreativitas dan aktivitas siswa dalam proses belajar
b.      Siswa dapat mengeluarkan pendapat, sikap, dan aspirasi secara bebas dalam rangka mengembangkan sikap demokratis.
c.       Hasil diskusi (pemikiran bersama) lebih baik bila dibandingkan dengan pendapat sendiri
Sedangkan kelemahan dari metode diskusi yaitu:
a.       Tidak mudah menentukan atau mencari masalah yang akan didiskusikan.
b.      Pembicaraan sering didominasi oleh siswa tertentu.
c.       Diskusi lebih banyak memerlukan waktu.
d.      Bila kegiatan ini tidak terarah, maka pembahasan masalah sering mengembang (tidak tuntas).
4.      Metode Penugasan ( pemberian tugas )
Metode pemberian tugas dapat disamakan dengan metode resitasi (recitation method). Dimana metode resitasi ini bersama dengan metode ceramah, merupakan dua metode yang paling tua, yang digunakan oleh guru yang bekerja dengan kelompok – kelompok siswa. (Hyman, 1974 : 189). Metode penugasan dalam pengajaran IPS adalah suatu penyajian bahan pembelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar dan memberikan laporan sebagai hasil tugas yang dikerjakan. Metode ini mengacu kepada penerapan unsur – unsur “ Learning by doing”
Adapun kelebihan dari metode penugasan ini yaitu :
a.       Relevan dengan prinsip cara belajar siswa aktif  (CBSA)
b.      Dapat mengembangkan sifat kemandirian pada diri siswa
c.       Dapat memperdalam materi pembelajaran
d.      Dapat merangsang gairah belajar siswa
e.       Dapat mengembangkan kreativitas melatih rasa tanggung jawab pada diri siswa
f.       Dapat mengembangkan kreativitas dan aktivitas siswa.
Adapun kelemahan dari metode ini yaitu :
a.       Kadang – kadang tidak terjadi ke relevanan antara tugas dengan materi yang dipelajari.
b.      Kurang adanya balikan bagi guru.
c.       Pengerjaan tugas kurang kontrol bila dilaksanakan di luar jam pelajaran.
5.      Metode Kerja Kelompok
Kerja kelompok merupakan salah satu metode belajar mengajar yang memiliki kadar CBSA yang tinggi. Metode kerja kelompok dapat diartikan sebagai format belajar mengajar yang menitik beratkan kepada interaksi antara anggota yang satu dengan anggota yank lain dalam satu kelompok guna menyelesaikan tugas – tugas secara bersama – sama.
Adapun tujuan dari pengguanaan metode kerja kelompok yaitu :
a. Memupuk kemauan dan kemampuan berkerja sama bagi siswa.
b.Untuk meningkatkan keterlibatan sosial emosional siswa.
c. Untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap PBM.
Peranan guru dalam pelaksanaan kerja kelompok
a.       Sebagai pengelola, mengorganisir dan mengatur tempat duduk siswa.
b.      Sebagai pengamat, pengenal dan membantu siswa jika diperlukan.
c.       Sebagai pemberi saran dan penilai.
6.      Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi yaitu merupakan format belajar mengajar yang secara sengaja, menunjukan atau memperagakan tindakan, proses atau prosedur yang dilakukan oleh guru atau orang lain kepada seluruh atau sebagian siswa.
Kelebihan dari metode demonstrasi yaitu:
a.       Dapat memberikan gambaran kongkrit.
b.      Siswa dapat memperoleh pengalaman langsung.
c.       Dapat memusatkan perhatian siswa dalam proses pembelajaran.
d.      Dapat merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan baru.
Kekurangannya atau kelemahan dari metode demonstrasi yaitu
a.       Memerlukan  persiapan yang matang.
b.      Menurut peralatan yang mengacu untuk semua siswa.
c.       Menentukan kegiatan lanjutan (follow up).

7.      Metode Karyawisata
Merupakan suatu kegiatan belajar mengajar dimana siswa dibawa ke suatu objek di luar kelas untuk mempelajari suatu masalah yang berhubungan dengan materi pelajaran.
Kelebihan metode karyawisata yaitu :
a.       Siswa akan memperoleh pengalaman langsung.
b.      Dapat meningkatkan minat perhatian siswa dalam mempelajari sesuatu.
c.       Dapat memperkaya dan menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh siswa dalam kelas.
8.      Metode Simulasi
Metode simulasi merupakan format interaksi belajar mengajar dalam pengajaran IPS yang didalamnya menampakkan adanya perilaku pura – pura dari orang yang terlibat dalam proses pembelajaran.
Keuntungan dari pengguanaan metode simulasi yaitu :
a.       Dapat menciptakan kesenangan dan kegembiraan pada diri siswa dalam proses pembelajaran.
b.      Dapat mengurangi keabstrakan pada diri siswa dalam proses pembelajaran.
c.       Dapat memberikan pengarahan dan petunjuk sederhana dalam proses pembelajaran.
d.      Dapat melatih siswa berfikr secara kritis.
Adapun kelemahan dari penggunaan metode simulasi :
a.       Memerlukan waktu relatif lebih lama dan biaya yang relatif mahal.
b.      Memerlukan sistem pengelompokan yang cakap luwes dan kompleks
c.       Banyak menuntut imajinasi dan improfisasi guru dan siswa dalam pelaksanaannya
d.      Sulit bagi siswa berperan sesuai dengan peranan tokoh yang dimainkan
9.      Metode Inquiri dan Discovery ( mencari dan menemukan )
Metode penemuan ( discovery methode) sebagai prosedur yang menekankan belajar secara individual, manipulasi objek atau pengaturan atau pengondisian objek, dan eksperimentasi lain oleh siswa sebelum generalisasi atau penarikan kesimpulan dibuat.
10.  Bermain Peran ( role playing )
Bermain adalah sebuah proses belajar melalui bermain peran yang dapat mengembangkan pemahaman, dan identifikasi terhadap nilai. Siswa dalam bermain peran menempatkan diri pada posisi orang lain, apabila ia memenghayati peran itu, ia akan memahami tidak saja apa yang telah dilakukan orang tersebut. Dalam bermain peran dituntut siswa yang berkualitas, yang diharapkan mampu menghayati posisi yang diinginkan. Siswa harus mengetahui dan memahami terlebih dahuluinformasi tentang tujuan dan peran yang akan dimainkan, untuk itu perlu didiskusikan dulu dengan antar anggota kelompok untuk membangun simpati terhadap suatu nilai, yaitu nilai – nilai yang sudah dinyatakan secara lebih spesifik.
11.  Social Drama ( socio drama)
Drama sosial merupakan bermain peran yang berhubungan dengan isu sosial yang disebut dengan Joyce and Well (1980 ; 254) dengan istilah interpersonal conflict. Drama sosial hanya membatasi diri dari pada permasalahan yang berkenaan dengan aspeksosial masyarakat.
Permasalahan yang mungkin muncul antara siswa setelah suatu sosial akan sama halnya dengan apa yang sudah dikemukakandalam bermain peran. Oleh karena itu, selain aspek positif yang tercapai dalam penanamannilai melalui drama sosial, guru harus berupaya untuk menghilangkan aspek negatif yang mungkin terjadi diantara siswa yang memegang peranan tersebut



BAB III
KESIMPULAN

1.      Metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru agar siswa dapat belajar seluas-luasnya dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran secara efektif.
2.      Secara garis besarnya metode pembelajaran IPS itu antara lain :
a.       Metode ceramah
b.      Metode tanya jawab
c.       Metode diskusi
d.      Metode kerja kelompok
e.       Metode demonstrasi
f.       Metode karyawisata
g.      Metode simulasi
h.      Metode Inquiry dan Discovery
i.        Metode bermain peran ( Role Playing )
j.        Metode sosial drama



DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri, Psikologi Belajar, Jakarta: Rineka Cipta,. 2002.
 http://de-referencia.blogspot.com/2010/01/jenis-bentuk-belajar-menurut-van.html.
http://syaifworld.blogspot.com/2009/11/efisiensi-dan-efektifitas-belajar.html.
Ismail. 2003. Media Pembelajaran (Model-model Pembelajaran), Modul Diklat Terintegrasi Berbasis Kompetensi Guru Mata Pelajaran Matematika. Jakarta: Direktorat PLP.
Rahmadi Widdiharto. 2006. Model-model Pembelajaran Matematika. Makalah diklat guru pengembang matematika SMP. Yogyakarta: PPPG Matematika.
Sagala, Syaiful, Konsep dan Makna Pembelajaran (untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar), Bandung: CV Alfabeta, 2005.
 Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatanf Baru, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.
Wahab,Rohmat dan Solehuddin.1999.Perkembangan dan Belajar Peserta DidikJakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan tinggi.